Selasa, 20 Desember 2011

Bangkit

Wujudkanlah mimpi anda, kembangkanlah “penglihatan pemikiran” yang selama ini terpendam, berikanlah arti pada hidup yang anda cintai ini. Semuanya berawal dari sebuah impian. Dunia dengan segala isinya diciptakan Tuhan dari “impian-Nya”.
Kisah-kisah keberhasilan para tokoh yang berhasil mengubah dunia, bermula dari mimpi, seperti apa yang dilakukan Galiileo, Thomas Alva Edison, Einstein, dan lain-lain. Bangunan-bangunan besar seperti candi dan piramid juga dimulai dari impian. Bahkan, majalah ini hingga akhirnya sampai ke tangan pembaca, juga diawali dari impian. Bila demikian, tampaknya segala sesuatu sangatlah mungkin untuk diwujudkan. Masalahnya adalah kebanyakan orang telah membuang jauh-jauh mimpi mereka ke tempat sampah, atau merasa bahwa mimpi mereka merupakan hal yang mustahil. Padahal, hampir semua mimpi bisa diwujudkan dengan sedikit kecerdikan, sedikit keberanian serta dukungan emosional.
Sebagai ilustrasi, pertengahan tahun 70-an Bill Gates bermimpi bahwa komputer akan tersedia di setiap rumah pada suatu masa nanti; Akio Morita bermimpi is bisa mendengarkan musik favoritnya sambil main tenis, tanpa harus mengganggu tetangga kiri-kanan; atau Sosrodjoyo yang bermimpi nantinya orang-orang akan memilih teh botol bikinan pabrik daripada repot-repot menyeduhnya di rumah.
Tetapi perlu kiranya dibedakan antara “mendambakan” dan “memimpikan”. Mendambakan bersifat pasif dan menunggu, hanya merupakan selingan iseng tanpa otak, tanpa upaya untuk mewujudkannya. Sedang memimpikan bersifat aktif dan berani mengambil inisiatif. la didukung oleh rencana dan tindakan untuk membuahkan hasil.
Tokoh-tokoh yang disebut di atas adalah contoh perbuatan memimpikan. Mereka tidak sekadar beranganangan, melainkan berupaya keras mewujudkan impiannya. Microsoft, Sony, dan Teh Sosro adalah hasil nyata dari mimpi-mimpi mereka.
Singkatnya, penglihatan pikiran membuka pintu untuk mewujudkan impian kita. Namun begitu pintu tersebut terbuka, harus ada tindakan nyata berupa: disiplin, kebulatan tekad, kesabaran, dan ketekunan bila kita ingin membuat impian tersebut menjadi kenyataan.
Penglihatan Pikiran
Pada hakikatnya setiap insan memiliki dua jenis penglihatan: penglihatan mata dan penglihatan pikiran. Penglihatan mata adalah apa yang kita lihat ada secara fisik di sekeliling kita, misalnya: mobil, gunung, pulpen atau teman-teman kita. Sebaliknya, penglihatan pikiran adalah sebuah kekuatan untuk melihat bukan apa yang ada secara fisik, tetapi apa yang bisa ada setelah intelegensia manusia diterapkan. Penglihatan pikiran adalah kekuatan untuk bermimpi.
Dr. David Schwartch, dalam The Magic of Thinking Success, yakin bahwa perasaan kita yang paling tak ternilai harganya adalah penglihatan pikiran. Penglihatan tersebut membentuk gambaran masa depan yang kita harapkan, rumah yang kita idamkan, hubungan keluarga yang kita dambakan, liburan yang akan kita ambil, atau penghasilan yang akan kita nikmati kelak.
dikutip dari semuasaudara.com

tambal ban

fyuuh.. masih 80 km lagi, ban motor malah bocor.. biarlah, mungkin inilah Allah memberikan nikmat kepadaku, agar sejenak aku istirahat, menikmati perjalananlah...
sampai akhirnya, ku tuntun motorku dan kutemukan tambal ban, kecil, kumuh.. terlihat aku dapat antrian nomer 3..  mantap betul.. sambil nongkrong, menunggu antrian, ku amati bapak si tukang tambal, 2 orang, satunya sang bapak berambut gondrong, sedang istirahat, nampaknya gantian nambal bannya..
sambil duduk-duduk, kusapa bapaknya dan akhirnya terjadilah percakapan menarik, berikut kira kira yang disampaikan bapaknya kepadaku..
" Mas, saya sudah 9 tahun jadi tukang tambal ban. Ini juga bermodal pinjam sana sini mas, 500 ribu.. maklum orang ga punya.. banyak pengalamannya disini mas, dari yang enak sampai ga enak.. yang ga enak jadi tukang tambal ban itu, banyak su'udzonnya mas.. kadang kalau ada orang lagi nambal ban, biasanya tapi ga semua, pasti mikir kalau si tukang ban pasti naruh paku biar dapet duit.. katanya.. yaahh.. begitulah mas, tapi bagaimanapun, kita harus tetap ngaruhke (menghormati.red) mas.. ini resiko jadi tukang tambal ban.. sampai sampai mas, pernah istri saya melahirkan, saya cuma punya uang 100 ribu mas.. bagaimana ga bingung mas, jadi orang miskin.. kadang kalau liat pejabat yang korupsi, cuma bisa jengkel mas.. kok ada yang tega seperti itu, ga liat kita yang ada dibawah.."

Jumat, 21 Oktober 2011

Menjadi pemimpin bermoral - menelisik mantan menteri ristek- bpk suharna

sering saya mendengar umpatan di media, kalau boleh jujur, SAYA MUAK! dengan umpatan itu! para pemimpin kita, walau banyak yang memang tidak proffesional dalam memegang amanah, namun setidaknya mereka mampu berbuat sesuatu untuk negeri ini. dan banyak pula sebenarnya, contoh konkret profesionalitas pemimpin kita. salah satu profil yang sangat luar biasa adalah sosok mantan menteri ristek, bapak suharna. Dari awal beliau diminta untuk menduduki peran menteri riset dan teknologi, pak suharna yang berasal dari fraksi pks ini menolak, bahkan sampai benar benar menolak, luar biasa. Dan, pada akhirnya beliau pun tetap menduduki peran itu, sebagai menteri riset dan teknologi.
dalam perjalanannya, banyak realitas program yang sangat konkret, dan jujura saya sangat merasakan program tersebut. mulai dari pembangunan komunal kincir angin di pantai baru, yogyakarta, pemberdayaan masyarakat, hingga program untuk mahasiswa.
hingga,,saya mendengar kabar mengenai pelengseran beliau dikabinet SBY, saya terkaget. Seingat saya, tidak ada data yang menunjukan kegagalan pak suharna, tidak ada pula skandal korupsi atau apapun yang menjelekan kementrian ini, bahkan, dari data yang ada, menunjukan adanya peningkatan dibandingkan dengan kementrian yang lainnya. Dengan sumber alokasi dana yang paling sedikit dibandingkan dengan kementrian lain, pak suharna mampu menunjukan prestasinya, tapi mengapa?! lagi lagi, kong kalikong SBY dipertanyakan.
saya, beberapa saat yang lalu, membaca salah satu artikel mengenai saat saat beliau di kementrian dan pada saat pencopotan beliau, menarik.
pak suharna, dikenal sebagai seorang pemimpin yang mampu memberikan contok bijak kepada seluruh pegawainya, dikenal sebagai seorang yang datang dikantor pukul 6 bahkan 05.30 sudah dikantor, luar biasa. sebelum pencopotan gelar menteri beliau, pak suharna, dengan tegas, beliau sudah berpamitan dengan seluruh staff kementrian, tak ayal, ini membuat kaget para staff di lingkungan kementrian ristek. satu per satu, pak suharna berpamitan ke seluruh ruangan ristek. luar biasa. mungkin, jika sosok pak suharna ini di ekspos ke media, mungkin beliau yang menjadi presiden 2014. mungkin..

Rabu, 19 Oktober 2011

Modus pencurian di kamar takmir

hari ini, tanggal 19 oktober 2011 pukul 18.17 terjadi pencurian di kamar takmir, masjid Al Ikhlas, lempongsari, ngaglik, sleman.. dan itu adalah di kamar saya..
modus pencurian terbilang lama, pencuri nekat membobol gembok pintu, dan kemudian kabur dengan cepat, pencurian terjadi saat sedang sholat maghrib berjamaah di masjid yang berjarak 7 meter dari kamar. Modus yang sama terjadi beberapa bulan yang lalu, dengan modus yang sama namun terjadi pada saat sholat subuh. diduga, pencuri telah melakukan survey sebelumnya karena terbilang tidak terdeteksi dan cara membobolnya yang lumayan bersih.


Membangun tradisi santun mahasiswa

Saat menonton TV bersama keluarga dirumah, kebetulan berita yang terliput di salah satu media adalah bentrok antara mahasiswa dan aparat keamanan. Sontak penonton pun berguman, Jangan seperti mereka ya! #padahal saya sering jari orator aksi,,
Kini, itu menjadi sejarah kehidupan, saat sudah menjadi alumni, saya hanya bisa menitipkan pesan untuk para mahasiswa yang masih idealis dalam memperjuangkan nasib rakyat, teruskan perjuangan, dan santunlah dalam memperjuangkannya!
Rasulullah, sebagai seorang yang idealis dalam kebenaran, tak pernah tidak dalam santun menyampaikan pendapat. Dalam beberapa riwayat, dikisahkan bahwa Rasulullah adalah sosok yang sangat marah apabila kebenaran tidak tertegakan, namun dalam marahnya, beliau tetap santun dalam menyampaikannya. Begitu juga dalam kasus saat ini, saat kebenaran menjadi relatif dengan kepentingan yang sangat menusuk hati rakyat, mahasiswa perlu berpikir sejernih mungkin, jangan sampai terjebak pada relativitas kebenaran yang sangat tipis antara kebatilan dan kebenaran. Perang antar golongan dan kepentingan, selayaknya dihadapi dengan nada yang baik dan tegas dan tepat dalam penyampaian.

Setelah Mari Pangestu Hanya Digeser

Setelah Mari Pangestu Hanya Digeser

Blog menarik ini saya kutip dari www.yusufmaulana.com,
Realitas dari perplitikan negeri ini, adalah bahwa sebenarnya perombakan kabinet hanya kon kalikong pak presiden untuk menyelamatkan reputasinya, dan tentu sangat jelas, ingin menyelamatkan koleganya di birokrasi agar bisa membawa nama kemenangan di 2014.

Selasa, 18 Oktober 2011

Sekecil amal, Sebesar Syurga

Teringat sebuah kisah dari sahabat,
Pada suatu saat, Rasulullah bertanya kepada bilal, "wahai bilal, amal apakah yang engkau kerjakan, sehingga saya saat ini sudah mendengar langkah kaki terompah engkau di syurga?", jawab bilal, " saya tidak melakukan amal besar ya Rasulullah, namun saya sholat 2 rakaat setelah berwudlu.."
satu kisah menarik, bahwa mungkin kita menganggap amal kecil itu biasa saja, namun coba kita menilik kisah para sahabat, bahwa mereka tidak pernah menganggap remeh satu amal kecil apapun, selain mereka hanya berharap, bahwa dengan amal yang mereka lakukan, mereka bisa masuk syurga.
banyak kisah sahabat lain seperti ummu mahjan yang dikenal sebagai seorang nenek tua berkulit hitam keturunan arab, yang masuk syurga karena rajinnya beliau membersihkan masjid.
ya, itulah sebiah teladan para sahabat, mereka hanya mencoba bersikap REALISTIK!
kita analogikan dan bandingkan dengan keadaan saat ini, banyak diantara kita yang bermimpi membangun Indonesia, padahal membangun kompetensi dirinya saja, masih gagap, lalu bagaimana mau membangun indonesia.
bersikap realistik, seperti para sahabat. mereka melakukan apa yang mereka bisa, apapun itu, untuk menggapai mimpi mereka. dimulai dari saat ini. Jika kita hanya mampu tersenyum, maka tersenyumlah dan jika kita mampu membangun indonesia, maka bangunlah. Banyak PR yang harus kita kerjakan, jangan melakukan hal besar dulu sebelum hal kecil sudah tercapai. so , JUST DO IT! ga usah banyak beretorika!